Istighotsah Al Kubro Bagi Kebaikan Bangsa dan Negara Tercinta Indonesia Untuk mendapat Pemimpin demi terwujudnya Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur
(Pilkada Serentak 09 Desember 2015)
KH. Sofyan Siroj AW, Lc, MM
Dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 186 Allah Swt Berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُون
“Dan jika bertanya kepadamu (Muhammad) hamba-Ku tentang Aku maka sungguh Aku sangat dekat (dengan mereka) Aku menjawab (mengabulkan) doa (permintaan) orang-orang yang berdoa apabila iaberdoa kepadaku. Maka hendaklah mereka menjawab (seruan) kepada-Ku,dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka mendapat petunjuk, kebaikan agama dan dunia.”
Selasa, 08 Desember 2015
Sabtu, 29 Agustus 2015
Hidup Bahagia Dengan Cinta
Oleh, H. Sofyan
Siroj, Lc.MM
Direktur Qolbu
Re-Engineering
Sangat tidak menyenangkan hidup dalam
ketidaknyamanan, setiap saat selalu merasa terancam, terzhalimi, tertipu dan
tersakiti. Saat anda berbelanja ke pasar anda khawatir ditipu si
penjual. Ketika memarkir kendaraan kita was-was akan dicuri maling. Saat mengurus
administrasi di kantor layanan publik khawatir ditipu calo atau pegawai yang
minta uang lebih dari semestinya. Ketika ke rumah sakit untuk berobat kita
khawatir tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Ketika musim sekolah tiba kita
khawatir tidak mendapatkan kursi untuk anak kita. Saat hendak melakukan ibadah
di masjid kita khawatir alas kaki akan hilang. Saat menonton TV atau membaca
koran khawatir berita itu tidak benar. Manakala musim hujan tiba kita khawatir
banjir datang melanda, begitu pula saat musim kemarau kita khawatir pula
dilanda kebakaran dan asap. Bahkan ketika hendak melaksanakan ibadah haji kita
khawatir juga dengan berbagai alasan.
Sabtu, 22 Agustus 2015
HIDUP BAHAGIA DENGAN TAUBAT
Bagi
sebagian orang, biasa saja, bahkan sangat biasa manakala dosa dilakukan. Padahal
tidak terhitung berapa banyak kesalahan
yang telah diperbuat. Ada kadar kesalahannya kecil namun cukup menggelisahkan,
ada pula kesalahan besar dianggap angin lalu. Seperti yang
digambarkan Rasulullah saw antara orang beriman dan orang munafik saat melihat
dosa yang telah dilakukan. Orang yang beriman melihat dosa bagai melihat gunung
yang siap menimpanya sedangkan orang munafik melihat dosa seperti melihat
seekor lalat yang hinggap dihidungnya kemudian ditepis dengan tangannya.
Langganan:
Komentar (Atom)

