Sabtu, 18 April 2015

Melihat Kebakaran


Apabila kalian melihat kebakaran bertakbirlah, karena sesungguhnya takbir dapat memadamkannya (Riwayat Ibnu Asakir)
Hadist ini menganjurkan kepada kita bertakbir bila melihat kebakaran, niscaya api akan padam. Dianjurkan demikian karena setan berasal dari api, sedangkan dalam hadist lain disebutkan, apabila suara azan diserukan maka setan lari terbirit-birit dengan nafas yang terengah-engah. Diantara lafaz azan terdapat takbir. Oleh karena itu, bila terjadi kebakaran hendaklah bertakbir, insya Allah dengan seizin-Nya kebakaran akan padam.[1]
Kebakaran erat hubungannya dengan bencana atau musibah. Manusia zaman sekarang ada yang aneh, ketika ada musibah seperti kebakaran mereka jadikan sebagai arena selfie yang menarik. Alih-alih membantu korban bencana, malah menyusahkan aparat pemadam kebakaran saat musibah kebakaran terjadi.

Sabtu, 12 Oktober 2013

KETELADANAN KELUARGA FONDASI KETAHANAN MASYARAKAT DAN BANGSA



H.Sofyan Siroj, Lc,MM
Lapangan PT. CPI Rumbai (Masjid Dakwah)
10 Dzulhijjah 1434 H
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
         Kembali kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan kepada kita sehingga kita tidak mampu menghitungnya, karena itu keharusan kita adalah memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah swt untuk mengabdi kepada-Nya sebagai manifestasi dari rasa syukur itu, salah satunya adalah ibadah berkorban pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik. Allah swt berfirman:
 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (QS Al Kautsar [108]:1-2).

Sabtu, 18 Mei 2013

ICMI Riau Perkenalkan Konsep Pesantren Digital (IDBS)



Pekanbaru (18/05). Pada pelantikan dan Rapat Kerja Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sabtu (18/05) Periode 2012-2017 yang  dilangsungkan di Ballroom Hotel Arya Duta Pekanbaru, Ibu Marwah Daud Ibrahim Menekankan Peran penting Invovasi teknologi dalam pembelajaran. "Indonesia saat sekarang ini sedang di tunggu oleh seluruh dunia untuk kembali memimpin dunia Islam. Maka  dari itu sangat penting untuk untuk selalu berinovasi baik dalam penguasaan teknologi, terutama sekali teknologi pembelajaran." tegas marwah dengan sangat yakin.



Seperti gayung bersambut, semangat ini langsung disambut baik oleh Bidang Iman dan Takwa ICMI Riau yang diwakili oleh ust. Sofyan Siroj,Lc MM dengan memperesentasikan konsep  Pondok Pesantren Digital (IDBS).

IDBS (Islamic Digital Boarding School), Nampaknya konsep ini akan menjadi  program unggulan Bidang Iman dan Takwa ICMI Riau. Pemanfaatan Teknologi memang sudah sangat jamak pada berbagai bidang kehidupan saat sekarang ini, tapi ada satu bidang lini kehidupan yang belum menerapkan teknologi secara efektif yaitu "Teknologi Pembelajaran."

Konsep IDBS lahir dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu:
Pertama, Mahalnya biaya pendidikan karena banyaknya biaya-biaya . kedua, lamanya waktuyang ditempuh tapi outputnya tetap standart. Ketiga,Kemajuan  teknologi digital dan tuntutan zaman.keempat, Belum ada model pendidikan yang mengintergrasikan teknologi secara totalitas.

Visi besar dari IDBS ini adalah Melahirkan kader ummat yang menguasai bahasa arab dan bahasa Inggris, menguasaiTeknologi serta memiliki jiwa intrepreneur serta skill dalam menjual produk ataupun jasa.


Jadi yang menjadi titik fokus adalah bahasa yang merupakan fondasi ilmu, teknologi untuk kemudahan pembelajaran dan lifeskill untuk mampu mandiri dalam dunia kehidupan. Maka Kurikulum IDBS mengacu pada tiga  materi pokok yaitu :Pertama, Ilmu alat yaitu penguasaan 2 bahasa, Arab dan Inggris. Kedua, Alat bantu yaitu penguasaan media teknologi dengan konsentrasicomputer dan smartphone. Ketiga, Life skill yaitu tumbuhnya jiwa entrpreneur dan memiliki skill dalam menjual produk ataupun jasa.


"Diharapkan dengan konsep ini nantinya akan melahirkan manusia muslim paripurna, Insan Kamil, Hamba Allah sekaligus sebagai khalifatul Ardh" papar ust. Sofyan Siroj  menutup presentasinya di hadapan Ibu Marwah Daud Ibrahim. (ESL)