Sabtu, 12 Oktober 2013

KETELADANAN KELUARGA FONDASI KETAHANAN MASYARAKAT DAN BANGSA



H.Sofyan Siroj, Lc,MM
Lapangan PT. CPI Rumbai (Masjid Dakwah)
10 Dzulhijjah 1434 H
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
         Kembali kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan kepada kita sehingga kita tidak mampu menghitungnya, karena itu keharusan kita adalah memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah swt untuk mengabdi kepada-Nya sebagai manifestasi dari rasa syukur itu, salah satunya adalah ibadah berkorban pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik. Allah swt berfirman:
 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (QS Al Kautsar [108]:1-2).

Sabtu, 18 Mei 2013

ICMI Riau Perkenalkan Konsep Pesantren Digital (IDBS)



Pekanbaru (18/05). Pada pelantikan dan Rapat Kerja Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sabtu (18/05) Periode 2012-2017 yang  dilangsungkan di Ballroom Hotel Arya Duta Pekanbaru, Ibu Marwah Daud Ibrahim Menekankan Peran penting Invovasi teknologi dalam pembelajaran. "Indonesia saat sekarang ini sedang di tunggu oleh seluruh dunia untuk kembali memimpin dunia Islam. Maka  dari itu sangat penting untuk untuk selalu berinovasi baik dalam penguasaan teknologi, terutama sekali teknologi pembelajaran." tegas marwah dengan sangat yakin.



Seperti gayung bersambut, semangat ini langsung disambut baik oleh Bidang Iman dan Takwa ICMI Riau yang diwakili oleh ust. Sofyan Siroj,Lc MM dengan memperesentasikan konsep  Pondok Pesantren Digital (IDBS).

IDBS (Islamic Digital Boarding School), Nampaknya konsep ini akan menjadi  program unggulan Bidang Iman dan Takwa ICMI Riau. Pemanfaatan Teknologi memang sudah sangat jamak pada berbagai bidang kehidupan saat sekarang ini, tapi ada satu bidang lini kehidupan yang belum menerapkan teknologi secara efektif yaitu "Teknologi Pembelajaran."

Konsep IDBS lahir dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu:
Pertama, Mahalnya biaya pendidikan karena banyaknya biaya-biaya . kedua, lamanya waktuyang ditempuh tapi outputnya tetap standart. Ketiga,Kemajuan  teknologi digital dan tuntutan zaman.keempat, Belum ada model pendidikan yang mengintergrasikan teknologi secara totalitas.

Visi besar dari IDBS ini adalah Melahirkan kader ummat yang menguasai bahasa arab dan bahasa Inggris, menguasaiTeknologi serta memiliki jiwa intrepreneur serta skill dalam menjual produk ataupun jasa.


Jadi yang menjadi titik fokus adalah bahasa yang merupakan fondasi ilmu, teknologi untuk kemudahan pembelajaran dan lifeskill untuk mampu mandiri dalam dunia kehidupan. Maka Kurikulum IDBS mengacu pada tiga  materi pokok yaitu :Pertama, Ilmu alat yaitu penguasaan 2 bahasa, Arab dan Inggris. Kedua, Alat bantu yaitu penguasaan media teknologi dengan konsentrasicomputer dan smartphone. Ketiga, Life skill yaitu tumbuhnya jiwa entrpreneur dan memiliki skill dalam menjual produk ataupun jasa.


"Diharapkan dengan konsep ini nantinya akan melahirkan manusia muslim paripurna, Insan Kamil, Hamba Allah sekaligus sebagai khalifatul Ardh" papar ust. Sofyan Siroj  menutup presentasinya di hadapan Ibu Marwah Daud Ibrahim. (ESL)

Jumat, 15 Maret 2013

PKS Tegar di Tengah Badai


Saudaraku/Kau tahu bencana datang lagi/Porak lagi negeri ini/Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap/Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu/ Sudah sedari lama berbaris-baris/memanggil-manggil.
Keluarlah…. Keluarlah saudaraku/Dari kenyamanan mihrabmu/ Dari kekhusu’an I’tikafmu/dari keakraban sahabat-sahabatmu.
Keluar…keluarlah sahabatku/Dari keheningan mesjidmu/ Bawa ruh-ruh sajadahmu ke jalan-jalan/Ke pasar-pasar, ke majelis yang terhormat/ ke kantor-kantor pemerintahan/ dan pusat-pusat pengambilan keputusan.
Keluar…. Keluarlah saudaraku/ Dari nikmat kesendirianmu/ Satukanlah kembali hati-hati yang berserakan ini/ kumpulkan kembali tenaga-tenaga yang tersisa/ Pimpinlah dengan cahaya kafilah/ Nurani yang terlatih/ Di tengah gurun badai kehidupan
Sambut saja ia/Engkaulah yang ia cari.
Bait-bait puisi ini diklaim oleh Faidhi Rizani di kronologi Facebooknya sebagai karya Anis Matta. Setelah drama isu suap LHI bergulir Anis Matta dinobatkan sebagai nakhoda baru PKS ditengah badai konspirasi yang melanda PKS. Selaras dengan political statement  Anis yang begitu menghentak baik untuk internal dan eksternal.
 Secara internal political statement ini adalah sarana untuk koreksi kedalam dan membangun kebersamaan untuk kesolidan kader. Sedangkan secara eksternal menunjukkan PKS mempunyai imunitas dari berbagai konspirasi, dan sangat yakin mampu keluar dari kemelut ini.
Bila dibandingkan dengan gerakan Hamas yang juga seringsekali terjadi pembunuhan secara fisik kepada para pemimpinnya. Tapi bangunan kokoh gerakannya tidak pernah mati. Regenerasi kepemimpinan berlangsung sangat cepat. Bahkan tidak kalah kualitasnya dengan pendahulunya. Misalnya, ketika terjadi pembunuhan syekh Ahmad Yasin, tiba-tiba dunia dikejutkan oleh tampilnya sosok, Abdul Aziz Rantisi, Ismail Haniyah dan Khalid Misyal yang begitu cemerlang.
Begitu juga dengan PKS, bisa jadi dengan drama LHI ini akan muncul pemimpin-pemimpin baru yang lebih energik dan elegan. Sosok Anis Matta adalah salah satunya. Banyak harapan Anis akan membawa PKS lebih baik dari pada pendahulu-pendahulunya. Lekat dengan nilai-nilai tarbiyah dan inovasi baru dalam pergerakan politik. Setiap zaman punya karakteristiknya, punya tokoh khasnya dan juga diperlukan wawasan yang khas.
Berbeda dengan empat pendahulunya yang lebih konsevatif, Anis Matta adalah seorang progresif yang penuh dengan ide-ide yang sangat muda. Bukan tidak mungkin  Anis akan membawa PKS ke tengah lautan lagi, dimana para nelayan akan mendapatkan ikan yang lebih banyak. Namun, semakin ke tengah artinya semakin banyak badai.
Saat ini adalah fase ujian terberat  bagi PKS. Mihwar Muassasi (fase perjuangan struktur perpolitikan) menuju Mihwar Dauli (Fase mengelola Negara) memang tidak mudah. Kelihatannya Allah ingin memperpendek jarak antara masa ini dengan mengirimkan badai tsunami politik ini kepada PKS. Seperti halnya juga yang terjadi di Mesir, hanya perlu waktu 18 hari dari visi masa depan 20 tahun yang akan datang dari gerakan dakwah di sana. Akhirnya mereka mengelola negara.
Kejadian di jazirah Arab itu jauh diluar prediksi akal manusia. Tanda-tanda kebangkitan itu sudah mulai ditampakkan Allah. Sekarang apakah PKS termasuk salah satu lokomotif  dan gerbong dari kemenangan besar tersebut? Jawabannya masih akan kita lihat di hari-hari mendatang. 
Keluar…. Keluarlah saudaraku/ Dari nikmat kesendirianmu/ Satukanlah kembali hati-hati yang berserakan ini/ kumpulkan kembali tenaga-tenaga yang tersisa/ Pimpinlah dengan cahaya kafilah/ Nurani yang terlatih/ Di tengah gurun badai kehidupan
Sambut saja ia/Engkaulah yang ia cari.